Who Are We to Judge?
Kita emang ngga pernah tau alasan seseorang mengambil keputusan, mungkin ada alasan kuat kenapa, dan kita yang hanya sebagai orang ketiga dengan mudahnya mencaci, mencela tanpa memikirkan alasan apa dan keputusan besar apa yang udah dia buat. Kita bahkan ngga pernah tau seberapa besar pengorbanan yang mungkin udah dia lakuin untuk ambil keputusan itu. Lagi-lagi harus belajar banyak untuk hal-hal sesederhana ini. Untuk saat ini, dengan dua hal yang emang ngga bisa untuk memilih, aku sebagai orang ketiga yang menatap sebelah mata atas keputusan yang udah dia buat, dengan memposisikan diri sebagai "korban", mencoba menjatuhkan dia, yang mungkin saat ini sedang terpukul hebat. Dia yang mungkin juga berat untuk mengambil keputusan sebesar ini, tidak bermaksud untuk menyakiti... dan ku mulai menyalahkan sang lelaki (kalo yang ini I can't help wkwk) duh ya mas aku tuh mau deh sekali-kali ngobrol sama kamu, kamu tuh ya bikin gemaz. Tapi balik lagi ke "who am I to judge?...

